Bagan Konsep Perancangan Kawasan
Berdasarkan potensi tambak dan mangrove serta permasalahan terhambatnya
perekonomian masyarakat dibutuhkan konsep turunan dari ke 5 indikator untuk
menyelesaikan permasalahan dan mengembangkan potensi yang ada di Kelurahan
Mangunharjo
yaitu Mangunharjo Mangrove Resort. Indikator yang akan digunakan pada konsep detail
wilayah perancangan adalah economy
dan transportation.
Dengan upaya memaksimalkan ke 2 indikator
tersebut maka wilayah perancangan akan dapat lebih berkembang karena indikator
tersebut sudah mewakili aspek contain
and container dari suatu kawasan. Economy menjadi
elemen contain dimana dengan
pengembangan indikator tersebut di dalam suatu kawasan maka akan turut memicu perkembangan kawasan pada
elemen pendukung lainnya. Kemudian dengan adanya indikator transportation diharapkan akan dapat tercipta suatu akses yang baik
dalam menyeimbangkan antara perkembangan di satu aktivitas dengan aktivitas
lainnya.
Melalui dasar pemikiran tersebut diharapkan wilayah perancangan yang akan dikembangkan dapat menjadi kawasan yang berkembang secara optimal, terpadu serta berkelanjutan melalui konsep Mangunharjo Mangrove Resort yang memiliki 4 penerapan yaitu, pengembangan resort, dan fungsi komersil untuk penerapan economy, sedangkan parkir komunal dan port sebagai penerapan transportation. Pengembangan resort akan dibagi ke dalam 3 tipe yaitu, resort besar, resort sedang, dan resort kecil. Fungsi komersil dalam konsep yang akan diterapkan berupa bakery, ice cream, coffe shop, dan spa center. Parkir komunal terdiri dari 2 pembagian, yaitu parkir bus, mobil, dan motor serta gedung untuk parkir sepeda dan port berupa dermaga dan perahu merupakan penerapan yang dibutuhkan Beringin Riverside Area guna menunjang aksesibilitas kawasan Kecamatan Tugu. Dengan perpaduan 4 penerapan tersebut diharapkan konsep Mangunharjo Mangrove Resort mampu menyelesaikan permasalahan terhambatnya perekonomian masyarakat sehingga terciptanya lingkungan yang sustainable.
Penerapan Mangunharjo Mangrove Resort memiliki keterkaitan dengan 3 kelompok di Kawasan Wisata Kecamatan Tugu terutama pada penerapan parkir komunal yang nantinya akan melayani kebutuhan parkir pada Kawasan Wisata Kecamatan Tugu. Selain parkir komunal, Kelompok 1 yaitu Sentra Apung Mangkang Wetan akan mengolah sampah yang telah melalui proses pemilahan dari Mangunharjo Mangrove Resort. Kelompok 4, yaitu Mangunharjo Adventure Park memiliki keterkaitan yang sangat erat dikarenakan adanya hubungan sirkulasi berupa jalur sepeda dan desalinasi air bersih yang dibutuhkan oleh Mangunharjo Mangrove Resort. Kelompok 4 merupakan kelompok yang memiliki hubungan yang sangat erat jika dibandingkan dengan Kelompok 1 dan Kelompok 2. Dengan adanya penerapan dari masing-masing kelompok di Kawasan Wisata Kecamatan Tugu maka diharapkan mampu menciptakan Kawasan Wisata Kecamatan Tugu yang saling terintegrasi sebagai wujud dari konsep Sustainable Coastal Development.